Candi Joglo Purwodadi Kabupaten Grobogan, Menggenggam Budaya Jawa dalam Nuansa Bali

0
14

Purwodadi, SMInews.com Hari ini banyak tempat ibadah bisa sekaligus menjadi destinasi wisata. Vihara Watugong di Semarang, Candi Borobudur di  Magelang, Gereja Blenduk di Semarang, bahkan pulau Bali yang kental dengan budaya Hindu.

Tempat-tempat semacam ini selalu menarik perhatian dan selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Di Purwodadi Grobogan, ada sebuah destinasi wisata baru, yang menggabungkan antara budaya Jawa dan Bali.  Penggabungan itu wujud dalam keselarasan bangunan dan ornamen yang memikat. Dan dikelola oleh budayawan muda dari kota Purwodadi.

Ditemui awak media SMI, Muhadi lelaki yang menjadi founder Candi Joglo ini menuturkan kisah dan latar belakang dibangunnya candi Joglo.

Sebagai budayawan ia melihat bahwa tanah Jawa ini kaya dengan budaya adiluhung yang perlu terus dilestarikan sebagai warisan anak cucu. Karena Muhadi melihat bahwa di bumi Purwodadi konon merupakan cikal bakal wujudnya semua kerajaan-kerajaan di tanah Jawa, bahkan sampai luar pulau Jawa bahkan sampai ke luar benua.

Kerajaan Medangkamolan yang berada di daerah Banjarejo Purwodadi bisa menjadi bukti bahwa di Bumi Grobogan pernah ada sebuah peradaban maju. Terbukti dengan ditemukannya berbagai fosil yang diperkirakan usianya sudah ribuan tahun, dan kini banda-benda penemuan itu tersimpan rapi di Omah Balung Banjarejo.

Joglo adalah manifestasi sebuah ruang bangun asli tanah Jawa. 4 saka guru sebagai penopang utama, genting dari tanah liat yang menjadi simbol sifat manusia yang lembah manah. Tanah yang diinjak, dibuangi kotoran, dikencingi, tetap memberi kehidupan pada manusia. Bahkan saat beraada di atas, ia rela kehujanan dan kepanasan demi melindungi para penghuni di dalamnya.

Dalam rumah joglo juga ada pintu dan jendela yang memberikan gambaran keselarasan hidup manusia. Bahwa kita semua harus membuka hati dan fikiran agar kehidupan berjalan lancar karena menghirup udara segar dari luar.

Bahan rumah Joglo adalah Kayu Jati. Dan menurut beberapa dokumen yang pernah diketemukan, ada keterkaitan antara kapal Nabi Musa yang berbahan Kayu Jati dengab Nusantara. Khususnya tanah Jawa.

“Saya pernah jalan-jalan ke Thailand, dan di sana saya menemukan orang-orang yang mengaku memiliki nenek moyang yang berasal dari Jawa”, terang Muhadi .

Bahkan suatu hari, saat ia berkunjung ke Benua Amerika, ada satu daerah yang dihuni oleh sekelompok besar orang Jawa.

Menurut Muhadi, area pengembangan candi berada di tanah seluas 1 hektar. Dan setelah candi Rasa terbentuk nanti akan menyusul candi selanjutnya yaitu candi Karsa dan Candi Cipta.

Dalam penuturannya, pemilik Candi Joglo yang lulusan SMK ini menyampaikan bahwa wisata yang digagasnya pada awalnya hanya sebagai tempat untuk meditasi. Jadi meskipun bangunannya berwujud pura seperti di Bali, hanya dimaksudkan sebagai cara ia memberikan kesan kepada para wisatawan yang berkunjung. Apalagi berfoto dengan menggunakan atribut Bali, tentu akan memberikan kesan tersendiri.

Nuansa Bali memang terasa saat pengunjung memasuki area Candi Joglo. Suara  gamelan Bali yang diperdengarkan secara terus menerus seperti membangunkan kesan, bahwa inilah suasana Bali yang bisa diciptakan di tanah Jawa.

Terlebih tak semua orang bisa ke Bali karena ongkos perjalanan yang mahal. Jadi untuk mengobati rasa penasaran  para para wisatawan, maka dibuatlah Candi Joglo yang kental dengan nuansa Bali.

Kereta Kedungsapur yang tiketnya bisa dibeli  di stasiun Tawang Semarang memang dimanfaatkan oleh para agen perjalanaan untuk menjual paket kunjungan ke Kabupaten Grobogan. Sebab selain ke Candi Joglo para wisatawan juga bisa memilih lokasi lain di kabupaten Grobogan termasuk desa wisata Banjarejo dan Bledug Kuwu, juga tempat wisata yang lain, yang masuk dalam paket Klaster wisata kabupaten Grobogan.

Para pengunjung di Candi Joglo selain menikmati suasana seperti di Bali juga bisa menikmati live musik, sajian seni  tari penggalan cerita Ramayana di pelataran candi,  tari Bali, dan kopi malam yang menyediakan sajian musik.

Dan di Candi Joglo kita bisa melihat berbagai benda purbakala yang diketemukan di seputaran Kabupaten Grobogan, khususnya di Banjarejo.  Ada fosil, artefak, benda pusaka, bahkan alat-alat rumah tangga dari bebatuan. Dan benda-benda  temuan ini usianya diperkirakan sudah ribuan tahun

 Anda tertarik ?

Pewarta : SS.Munawir

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here