Brigjen Pol. Muh Nur : Jumlah Penyalahguna Narkoba di Jateng Capai 300.000 Jiwa Lebih

0
5
Focus Grup Discussion “Jawa Tengah Darurat Narkoba” Gedung Berlian Lt.9 Foto : M. Taufik

Semarang, SMI.-

Berdasarkan data yang ada, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terus berkembang bahkan hingga akhir tahun 2018 relatif tanpa penurunan. Hal ini tentu saja sangat mencemaskan dan merupakan ancaman keberadaan bangsa dan Negara Indonesia. Salah satunya Provinsi Jawa Tengah, yang dinyatakan oleh BNNP Jateng  sebagai Jawa Tengah darurat Narkoba.

Menurut Ketua DPRD Jateng, Dr. Drs. Rukma Setyabudi dampak dari narkoba sangat luar biasa, karena bisa membahayakan  bangsa dan Negara. Oleh karena itu, diperlukan tindakan nyata guna mengantisipasi lebih dini, misalnya dengan melakukan test urine pada instansi – instansi terkait serta pada sekolah – sekolah dimana banyak siswa sekolah sudah terindikasi narkoba.

“Perlu adanya pencegahan dini, kita harus siapkan payung hukum yang selama ini menjadi titik kelemahan dalam mengantisipasinya” ungkap Dr. Drs. Rukma Setyabudi pada Focus Grup Discussion (FGD) dengan tema “ Jawa Tengah Darurat Narkoba” di  ruang banggar sekretariat DPRD Jateng jalan Mentri Supeno No. 1 Semarang, Kamis, (14/3/2019).

Sementara itu, Kepala BNNP Jateng, Brigjen.Pol. Muhammad Nur menjelaskan, di Jateng jumlah penyalahguna narkoba mencapai 300.000 jiwa lebih, 50,34 persen berstatus sebagai pekerja, 27,32 %  masih berstatus pelajar/mahasiswa serta 22,34 %p adalah pengangguran.

Muh Nur menambahkan, hasil ungkap kasus oleh BNNP Jateng ditahun 2018 sudah lebih dari 10,3 kg shabu. BNNP Jateng berupaya lebih meningkatkan pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)  tersebut.

Kabag Binopnal Ditresnarkoba Polda Jateng, Dyah Tri Nugrahjati menuturkan, di Jateng angka pravalensi penyalahgunaan narkotika sebesar 1,96 % dari 3 juta penduduk Jateng atau terdapat 600.000 jiwa pengguna narkotika. Oleh karena itu, perlu diberikan bimbingan /edukasi dalam hukum sosial masyarakat. Para pengguna narkoba harus berurusan dengan hukum , sebab menjadi pengedar narkoba mendapat penilaian buruk dari masyarakat.

Menurut Dyah, pada penyalahgunaan yang sering dilakukan di Jateng, peringkat 1 jenis methamphetamine / shabu, peringkat  ke 2 ganja ke 3 extacy, peringkat 4 tembakau gorilla serta peringkat 5 Jenis heroin,PCC. Selain itu zat lain yang sering disalah gunakan diantaranya miras, obat dextro, trihex serta riklona.  ** M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here