BNNP Jateng Tembak Mati Pengedar Narkotika Jaringan Surakarta

0
66

SEMARANG, SMI.-

Tim Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil menangkap Dua Pengedar Narkotika Jaringan Surakarta, Satu Diantaranya terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan petugas.

Awalnya Petugas berhasil menangkap RH (20) di terminal Bus Mangkang Semarang, Kamis (1/11). RH ditangkap ketika hendak ke Surakarta dari Jakarta menggunakan Bus jurusan Jakarta – surabaya.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Muhammad Nur mengatakan, Tim Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah yang sudah memperoleh informasi dari masyarakat langusng berkoordinasi dengan Dishub Kota Semarang agar menghentikan bus yang ditumpangi RH di terminal Mangkang.

Dari penggeledahan terhadap RH, Petugas berhasil menyita barang bukti berupa 3 plastik berisi shabu dengan berat 2,1 kg, satu unit HP Nokia dan satu tas warna biru.

Dari hasil penyelidikan terhadap RH, Tim BNNP Jateng memperoleh informasi Bahwa Rekanya Iman Yoga Prakosa alias Farhan Pulang dari Jakarta ke Surakarta Menggunakan Pesawat. Sewaktu pemeriksaan, RH mencoba melarikan diri sehingga petugas terpaksa melumpuhkan RH dengan timah panas dikakinya setelah sebelumnya diberi peringatan.

Setelah memperoleh informasi dari RH, Tim BNNP Jateng melakukan penangkapan terhadap Farhan ketika mendarat di Bandara Adi Soemarno Surakarta. Dari tangan Farhan petugas berhasil menyita barang bukti berupa tiket pesawat Surakarta – Jakarta (PP), Rekaman CCTV dibandara, 2 Buah Handphone dan identitas diri.

Pada saat diminta untuk menunjukan gudang tempat menyimpan Narkotika di Kecamatan Grogol Solo Baru Kabupaten Sukoharjo,  tersangka berusaha melawan petugas dan mencoba kabur. Sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur dibagian tubuhnya oleh petugas setelah sebelumnya diberi tembakan peringatan tiga kali.

Farhan langsung tewas ditempat, dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Moewardi Surakarta untuk diperiksa dan diserahkan kepada keluarga.

Hasil penulusuran, Farhan Warga Semanggi Pasar Kliwon Kota Surakarta ini juga sebelumnya sudah menjalani hukuman penjara selama 1,5 Tahun dalam kasus yang sama.

“Farhan merupakan bagian dari jaringan sindikat narkotika besar di Surakarta. Jaringan ini rutin mendatangkan Narkotika  jenis shabu 2-3 kg dalam sebulan dari Jakarta maupun Surabaya dengan cakupan peredaran diwilayah Solo. Jaringan ini terkenal lincah, dan selalu menggunakan modus operandi yang berubah – ubah. Sehingga sempat beberapa kali gagal ketika hendak ditangkap tim BNNP Jateng ”Ungkapnya.

Brigjen Pol Muhammad Nur  menambahkan, sebelumnya Petugas BNNP juga mengamankan seorang pengedar narkotika berinisial BTA (34)Warga Kp. Kec. Jebres Kota Surakarta, Senin (15/10/18).

Dia ditangkap setelah mengambil narkotika  jenis shabu di Jl. Irian Tegal Harjo, dari tersangka disita barang bukti berupa 5 gram shabu.

“Para tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat (2) Sub pasal 112 ayat (2), Sub Pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. Para tersangka ini ditahan di BNNP Jateng oleh penyidik untuk melengkapi berkas perkara Selama proses penyidikan” Tegasnya.

Selama periode Januari – November 2018,  BNNP Jateng berhasil mengungkap kasus 17 kali Laporan Kejadian Narkotika (LKN) dengan 30 tersangka, dan menyita barang bukti 10,3 narkotika jenis shabu.

**Untung Teguh

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here