BNNP Jateng Sita 900 gram Shabu Dari Tersangka Pakdhe dan Dedy Ambon

0
11
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol. Muh. Nur Saat menunjukkan Barang Bukti. Saat gelar kasus narotika jenis shabu di Kantor BNNP Jateng, Kamis, (2/4/2019) Foto: M. Taufik

Semarang, SMI.-

Satgas pemberantasan narkotika, Badan Narkotika Nasional Porvinsi (BNNP) Jateng ungkap kasus narkotika jenis shabu sebanyak 250 gram di terminal kedatangan Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani Semarang , Kamis (25/4/2019) pukul 12.00 WIB.

Kemudian pada pukul 20.30 WIB di hari yang sama, BNNP Jateng bekerja sama dengan BNNP Kepulauan Riau berhasil mengamankan tersangka HH alias Pakdhe (52) warga Sei Binti Kecamatan Batu Aji kota Batam Kepulauan Riau, serta DAT alias Dedy Ambon (36) warga  Perumahan Marina Garden kota Batam, kepulauan Riau dengan barang bukti narkotika jenis shabu seberat 250 gram.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen.Pol. Muh. Nur memgatakan awal terungkapnya kedua tersangka  setelah satgas BNNP Jateng menerima informasi dari masyarakat, tentang adanya kurir natkotika  yang membawa narkotika jenis shabu dari Batam ke Semarang, melalui perjalanan udara dengan pesawat terbang lion air.

Kemudian Satgas BNNP Jateng berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura Semarang melakukan penyelidikan dan pengawasan terhadap tersangka HH alias Pakdhe. Terungkapnya kasus tersebut sebelumnya setelah menaruh kecurigaan tersangka Pakdhe dengan gerak – gerik tubuhnya yang mencurigakan. Kemudian petugas mengamankan  HH alias Pakdhe. Setelah di introgasi, tersangka Pakdhe mengaku membawa shabu yang dimasukkan lewat anus/dubur. Kemudian tersangka dibawa ke BNNP Jateng.

Lanjut Muh. Nur , Pakdhe kemudian disuruh untuk mengeluarkan narkotika jenis shabu yang ada dibagian dalam tubuhnya sebanyak lima bungkus plastik semuanya total seberat 250 gram. Menurut pengakuan Pakdhe saat diperiksa mengaku masih ada 650 gram shabu di Batam yang disimpan oleh tersangka DAT alias Dedy Ambon yang akan berangkat bersama menuju ke Semarang dengan pesawat yang sama lion air.

Tersangka Pakdhe dan Dedy Ambon bersama barang bukti yang disita. Foto : M. Taufik

“Dedy Ambon batal berangkat, Setelah berkoordinasi dengan BNNP Kepulauan Riau,    Akhirnya berhasil membekuk Dedy Ambon di rumahnya dan mengamankan 5 bungkus plastik narkotika jenis shabu 250 gram dan 2 bungkus narkotika jenis shabu seberat 650 gram. Total semuanya seberat 900 gram. rencananya shabu tersebut akan dibawa ke Semarang dengan modus yang sama, yaitu di bawanya dimasukkan  melalui anus/dubur  oleh tersangka DAT alias Dedy Ambon,” tuturnya saat memberikan keterangan kepada para wartawa di Kantornya, Kamis (2/5/2019).

Tersangka Dedy Ambon merupakan residivis dan termasuk jaringan Malaysia, Batam, Semarang, narkotika jenis shabu tersebut diambil dari Malaysia, dan rencananya akan diedarkan di wilayah Jateng. Pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis shabu  jaringan Malaysia, Batam dan Semarang ini merupakan bentuk kerjasama dan sinergitas BNNP Jateng dengan BNNP Kepualauan Riau dan Angkasa Pura Semarang.

Selanjutnya para tersangka saat ini ditahan di rutan BNNP Jateng dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subside pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal  tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Pewarta : M Taufik

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here