BNNP Jateng Musnahkan 794 Gram Shabu Dari Jaringan Batam – Semarang

0
13
Petugas BNNP Jateng Saat uji laboratotium di saksikan Gubernur Jateng Ganjar Pronowo (Baju Batik) dan Kepala BNNP jateng Brigjen.Pol.Beni Gunawan (baju putih ), serta AKBP. Suprinarto. Foto. M. Taufik

Semarang, SMI.- BNNP Jateng  memusnahkan 215 gram narkotika golongan I jenis shabu dari total 250 gram, sesuai mandat pasal 91 Undang – Undang nomor 35 tahun 2009 dan berdasarkan penetapan  status barang bukti  yang di keluarkan oleh Kejaksaan Negeri Semarang, Rabu (29/5/2019). Penyidik BNNP Jateng memusnahkan 215 gram narkotika golongan I jenis shabu dari total 250 gram yang disita. Sementara sisanya disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan.

Barang Bukti (BB) tersebut di sita penyidik BNNP Jateng pada saat melakukan pengungkapan kasus narkotika pada kamis 25 April 2019 pukul. 12.00 WIB Di terminal kedatangan Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani Semarang, dari tersangka Hadi Haryono alias Pakdhe warga Sei Binti Kec. Batu Aji Kota Batam Kepulauan Riau.

Tersangka di ketahui membawa shabu sebanyak 5 bungkus dengan berat seluruhnya 250 gram dari Batam ke Semarang dengan cara disembunyikan dalam bagian bawah tubuh (dubur/anus). Turut di musnahkan pula shabu bruto seluruhnya 579 gram dari 650 gram shabu yang disita. BB tersebut oleh Penyidik BNNP Jateng bekerja sama dengan BNN Kepulauan Riau, pada saat melakukan pengembangan ungkap kasus tersangka Pakdhe pada hari kamis 25 april 2019 pukul 20.30 WIB di Perumahan Marina Garden Kota Batam  Kepulauan Riau, dan disita 5 bungkus plastik bulat lonjong, dan 2 bungkus plastik besar berisi shabu dengan berat keseluruhan 650 gram dari tersangka Dedy Ariyanto Tomanggolehe alias Dedi Nahumury alias Dedy Ambon yang beralamat di Perumahan Marina Garden Kota Batam, Kepulauan Riau.

Gubernur Ganjar Pranowo bersama Kepala BNNP Jateng, Brigjen.Pol. Beni Gunawan Foto: M. Taufik

Tersangka Hadi Haryono alias Pakdhe dan Dedy Nahumury alias Dedy Ambon, merupakan recidivis dan termasuk dalam jaringan Malaysia, Batam, Semarang. Narkotika jenis shabu tersebut diambil dari Malaysia dan rencananya akan di edarkan di Jateng. Adapun total barang bukti shabu yang berhasil diamankan dari dua TKP adalah 900 ram. Pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis shabu jaringan Malaysia, Batam dan Semarang ini merupakan bentuk kerjasama sinergitas BNNP Jateng dengan BNNP Kepulauan Riau dan Angkasa Pura Semarang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir dalam pemusnahan narkotika tersebut mengatakan, “Kami memberikan apresiasi kepada BNNP Jateng yang telah memusnahkan barang bukti narkotika ini. Tak lupa terima kasih kepada aparat kepolisisan serta berbagai pihak lainnya yang terus berjuang keras melakukan perlawanan memberantas narkotika di Jateng”.

Menurutnya narkotika bisa menghancurkan masa depan Indonesia, anak – anak muda semestinya menjadi calon – calon penerus bangsa akan hancur masa depannya jika masuk ke dalam lingkaran narkotika. Narkotika menciptakan generasi Kriminal akibatnya mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan barang haram, termasuk perbuatan perbuatan yang melanggar hukum.

Gubernur Ganjar Pranowo Menyaksikan serta penjelasan dari Kepala BNNP jateng Brigjen.Pol. Beni Gunawan cara kerja mesin pemusnah narkotika di Halaman Kantor BNNP jateng.Foto: M. Taufik

“Kami berharap Polisi, BNN, Kejaksaan, BPPOM serta Pemprov Jateng harus bersinergi, nyawiji dan gotong royong untuk memberantas narkotika. Semoga upaya keras kita semua dalam memberantas narkotika semakin dimudahkan oleh Allah SWT, angka pengguna narkotika dapat menurun dan Jawa Tengah bisa menjadi daerah bebas narkoba,” pungkasnya.

Selanjutnya mengenai para tersangka saat ini ditahan di Rumah tahanan BNN Provinsi Jawa Tengah dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132  ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika  dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu Januari – Mei 2019 telah mengungkap 7 kasus peredaran gelap narkotika dengan 20 tersangka dan barang bukti berupa narkotika jenis shabu sebanyak 3.650 gram (3,65 kilogram ), narkotika jenis ganja sebanyak 6,2 kg dan narkotika jenis ekstasi sejumlah 261 butir.

 

Pewarta : M. Taufik

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here