BNNP Jateng Kembali Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Jepara

0
19
Kepala BNNP Jateng Brigjen Muhammad Nur, saat menunjukkan barang bukti ketika jumpa pers bersama awak media di Kantor BNNP Jateng Jalan Madukoro Blok BB Tawang Mas Semarang Barat, Kota Semarang, Senin (18/2/2019). Foto: M. Taufik

Semarang, SMI.-

Kesigapan Tim Bidang Pemberantasan BNNP Jateng kembali diuji dalam pengungkapan peredaran Narkotika yang semakin memprihatinkan, serta tidak jera – jeranya para pengedar menebar ancaman untuk menghancurkan generasi muda.

Kesigapan Tim Bidang Pemberantasan BNNP Jateng ditunjukkan dengan pengungkapan kasus narkotika jenis shabu (methampetamine) dan ekstasi jaringan Jepara. BNNP Jateng berhasil menangkap tersangka JW alias Klowor (36), MS alias Ngacir (33) Serta Muzaidin (42) warga binaan LP Kedungpane, penghuni lapas kelas 1A Kedungpane Semarang. Ketiga tersangka ditangkap pada Rabu 13 Februari 2019 sekitar pukul 13.30, WIB di Kec. Tahunan Kab. Jepara.

Saat petugas menangkap JW alias Klowor ditemukan Barang Bukti (BB) berupa 3 paket shabu dan 9 butir ekstasi. Dari pengakuan klowor masih ada BB yang disimpan di rumah tersangka MS alias Ngacir.

Dengan sigap, petugas dengan petunjuk Klowor sambil digelandang langsung  menuju rumah Ngacir, di Kel. Ngabul, Kec. Tahunan Kab. Jepara dan langsung melakukan penangkapan serta penggeledahan dirumah tersangka Ngacir. Petugas menemukan BB berupa sejumlah paket shabu yang telah dikemas dalam bentuk paketan dan sejumlah ekstasi.

Menurut Kepala BNNP Jateng Brigjen Muhammad Nur, berdasarkan hasil pengembangan dilapangan diketahui tersangka Klowor dan Ngacir ternyata dikendalikan oleh Muzaidin yang diketahui merupakan otak pelaku semuanya, yang sekaligus merupakan warga binaan Lapas Kedungpane kelas 1A Semarang, yang saat ini sedang menjalani hukuman 7 tahun penjara.

Kepala BNNP Jateng Brigjen. Muh Nur saat memberikan keterangan pers kepada awak media pengungkapan peredaran narkotika jaringan Jepara, Senin (18/2/19) Foto: M. Taufik,

Muh. Nur melakukan koordinasi dengan Ka Lapas Kedungpane, dan meminta Muzaidin selaku narapidana untuk diamankan guna kepentingan penyelidikan. Kemudian tim bidang pemberantasan BNNP Jateng mengamankan Muzaidin beserta barang bukti berupa 2 HP jenis iPhone dan Nokia yang digunakan tersangka Muzaidin untuk berkomunikasi dengan tersangka Klowor dan Ngacir.

Muh. Nur menjelaskan, bahwa tersangka Klowor baru saja selesai menjalani hukuman pada Oktober 2018, setelah sebelumnya di vonis hukuman 6 tahun 2 bulan penjara. Sedangkan Ngacir juga baru saja selesai menjalani hukuman pada bulan januari 2018 setelah di vonis 5 tahun 3 bulan penjara.

Adapun barang bukti yang disita dari ketiga tersangka adalah, sebuah paket narkotika jenis shabu seberat 250 gram, sejumlah paket ekstasi yang berisi 342 butir serta handphone berikut sim card nya.

Ketiga tersangka dibawa ke Kantor BNNP Jateng Kota Semarang untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut, serta mendekam di rumah tanahan BNNP Jateng dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider  pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No 3 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.   ** M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here