BNNP Jateng Berhasil Ungkap Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang Jaringan Muzaidin

0
15
Kepala BNNP Jateng, Brigjen. Pol, Budi Gunawan sedang memberikan keterangan pers terkait dugaan tindak pidana pencucian uang jaringan Muzaidin. Foto : M. Taufik

Semarang,SMInew.com Tim pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil mengungkapkasus dugaan tindak pidana pencucian  yang berasal dari tindak pidana narkotika. Tim pemberantasan BNNP Prov. Jateng berhasil meringkus sekaligus mengamanknan para tersangka diantaranya : Muzaidin (43)  merupakan warga binaan LP Kedungpane Semarang yang merupakan terpidana kasus narkotika yang sedang menjalani masa hukuman 14 tahun penjara yang berperan sebagai Bandar dan pengendali keuangan.

Berikutnya AM (30) wanita sebagai ibu rumah tangga yang tinggal di Ds. Ngabul,Kec. Tahunan Kabupaten Jepara ini berperan sebagai operator keuangan dan menampung uang. Lalu MH (29) karyawan swasta yang berperan sebagai penampung uang di duga dari hasil tindak pidana narkotika.

Usai meringkus ke tiga tersangka petugas BNNP Jateng tak lama berselang telah mengamankan AM, kamis 16/1/2020 dan tersangka MH  sabtu 18/1/2020 di rumah ke duanya di Ds. Ngabul ,Kec. Tahunan Kabupaten Jepara Jawa Tengah, Sedangkan tersangka MDAM  di amankan petugas BNNP Jateng di rumah kost nya yang beralamat di Condong Catur, kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogjakarta pada hari jumat 17/1/2020

Brigjen. Pol. Budi Gunawan saat di wawancarai oleh awak media . Foto : M. Taufik

Ke empat tersangka yang merupakan jaringan sindikat Muzaidin di duga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana narkotika sejak tahun 2016 dengan perannya yang berbeda. Tersangka AM yang merupakan adik kandung  Muzaidin berperan sebagai operator keuangan dan menampung uang, dengan dibantu oleh MH yang merupakan suami dari tersangka AM dan tersangka MDAM merupakan anak Muzaidin berperan sebagaai operator keuangan dan menampung uang yang di duga berasal dari tinak pidana narkotika. Adapun barang bukti yang di sita dari jaringan Muzaidin diantaranya uang tuna yang disimpan dalam simoanan berjangka a.n.  tersangka AM dan MH di KUD Jepara senilai Rp. 487 juta,lalu yang di simpan di tabungan simpanan  KUD a.n. tersangka AM Rp.19.749 juta berikutnya uang tunai yang di simpan dalam tabungan simpanan KUD a.n. tersangka MH senilai Rp.14.50 juta, selanjutanya uang tunai di sita dari tersangka AM sejumlah Rp.110. juta,  Uang di rekening BRI a.n. AG sejumlah Rp. 45.110.765 , uang di BCA a.n. KDY sejumlah Rp. 85.592.988. berikutnya Uang di rek. BCA a.n SW sejumlah Rp. 6 juta, Uang di rek. BCA a.n tersangka AM Rp.8 juta, lalu uang di rek. BCA a.n. tersangka MDAM sejumlah Rp. 16 juta. Uang di rek. BCA a.n IR sejumlah Rp.3.177.997, kemudian uang di rek. Mandiri  a.n. Tersangka MDAM sejumlah Rp.5,4 juta. Sati unit Honda jazz RS senilai sekitar Rp. 200 juta, dan dua unit sepeda motor Vario senile sekitar Rp. 30 juta, secara keseluruhan dengan total nilai asetbyang disita mencapai sekitar 1,30 Miliar.

Kepala BNNP Prov. Jateng, Brigjen.Pol. Budi Gunawan mengatakan bahwa kita baru saja mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang yang kasusnya pada awalnya di tahun 2016 dimana tersangka ini merupakan seorang residivis yang sekarang jadi warga binaan di lapas kedungpane Semarang, tapi masih bisa mengendalikan dan yang sangat kami prihatinkan yang bersangkutan mlibatkan anak, adik dan iparnya untuk mengelabui nomor rekeningnya,” ujarnya.Saat di wawancarai para awak media di kantor BNNP jateng jalan Madukoro Blok BB Tawangmas, Kec. Semarang Barat,Kota Semarang, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya ini merupakan modus operandi yang betul betul rapi karena penyimpan uangnya melalui Koperasi Unit Desa ( KUD ), dimana KUD ini pengawasannya bukan pantauan OJK . Oleh karena itu dengan modus operandi yang disimpan di KUD ini barangkali ini menjadi suatu pengalaman yang baik, masukan yang baik untuk OJK untuk menyiasatinya jangan sampai hal ini berikutnya terjadi lagi,” Ujarnya.

Budi menambahkan total uang  sekitar Rp.1,03 Miliar secara keseluruhan dari rekening baerbagai, kemudian ada mobil dan sepeda motor masih tersimpan baik dan mempunyai harga jual yang masih tinggi termasuk arloji bermerk,” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here