BNNK Sumedang Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba

0
26

SUMEDANG, SMI.-

Badan Narkotika Kabupaten Sumedang melakukan sosialisasi Bahaya Narkoba pada acara Jambore raimuna yang diselenggarakan Kwartir Ranting (Kwaran) Cimalaka di area perkemahan Ciburial Desa Licin Kecamatan Cimalaka, Selasa (4/9).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNNK Sumedang didampingi Ketua Kwaran Cimalaka Endang Efendi, S.Pd memberikan pengetahuan akan bahaya narkoba dalam kehidupan sehari – hari kepada para peserta Jambore Raimuna.

Menurut Kepala BNNK Kabupaten Sumedang, AKBP I Nengah Merta, S.H., M.H. Narkoba itu berbahaya bagi kalangan generasi muda. Apabila generasi muda sudah tersentuh dan kecanduan narkotika maka masa depannya akan suram.

“Untuk itu kita ingin mengajak kepada seluruh generasi muda, khususnya pramuka. Ini kan generasi yang diharapkan bisa mempengaruhi teman – temanya yang lain agar tidak mendekati narkoba” Katanya.

Sosialisasi ini dilakukan untuk mengajak generasi muda khususnya pramuka untuk bersama – sama memberantas dan mencegah narkoba agar tidak berkembang dilingkungan sekolahnya. Supaya semua sekolah menjadi aman dan tidak ada lagi penggunaan narkoba.

Selain memberikan materi tentang bahaya Narkoba, AKBP I Nengah Merta, S.H., M.H. juga mensosialisasikan program Pembangunan berwawasan anti narkoba atau disingkat Bang Wawan. Yang pada intinya semua instansi pemerintah maupun non pemerintah ketika melakukan kegiatan pembangunan, memfasilitasi baik itu anggaran atau waktu yang berkaitan dengan pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba.

Di Jawa Barat belum semua Kabupaten dan Kota memiliki BNNK, hanya baru 12 kabupaten/ kota yang sudah memiliki.

“Itu yang mempengaruhi bagaimana  kajian akademis dari masing – maisng kabupaten termasuk juga karena keberadaan BNNK diajukan pemerintah daerah setempat. Apabila pemerintah daerah setempat memfasilitasi untuk adanya BNNK, maka bisa mengajukan kepada pemerintah melalui BNN” Jelas AKBP I Nengah Merta, S.H., M.H.

Untuk peredaran Narkoba di Kabupaten Sumedang sendiri, AKBP I Nengah Merta, S.H., M.H. bersyukur karena Sumedang ini bukan daerah tujuan dan bukan daerah yang bisa dimasuki Narkoba. Untuk peredaran narkoba di Kabupaten Sumedang dapat terantisipasi dengan baik, karena memang Sumedang ini sebagai lokasi wilayah pendidikan perguruan tinggi.

“Kita memerlukan kewaspadaan dan pemetaan jangan sampai daerah ini menjadi ajang peredaran Narkoba, ini yang harus kita lakukan pencegahan lebih awal, tapi sementara ini sudah baik” Tambanya.

Selain program Bang Wawan, salah satu bentuk keseriusan BBN memerangi narkoba adalah pembentukan Satgas relawan anti narkoba. Satgas ini nantinya akan menjadi penggiat anti narkoba,. Hal ini dilakukan karena pemberantasan narkoba harus dilakukan secara bersama – sama seluruh komponen masyarakat, pemerintah dan lain sebagainya termasuk sekolah – sekolah.

“Untuk kedepan kita akan bentuk setiap desa  1 relawan penggiat anti narkoba yang nanti bisa sama – sama memberikan sosialisai tentang bahaya narkoba. Pembentukan satgas kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah menginstruksikan kepada pemerintah desa, yang nantinya mengusulkan adalah kepala desa” Jelasnya.

Sejak disahkan pada tanggal 11 April 2017, BNNK Sumedang sudah menangani 2 kasus narkoba dan kedua-duanya sudah diserahkan serta sudah sampai pada vonis pengadilan. **Y. Rusmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here