Berikan Kios Gratis, Pedagang Pasar Desa Mekarmukti Tagih Janji Politik Aa Umbara

0
56

KBB, smi-news.com

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung Barat telah usai, dengan  hasil perhitungan sementara dan Quickcount/Hitung Cepat suara terbanyak diraih pasangan nomor urut 3  Aa Umbara Sutisna dan Hengky Kurniawan.

Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat yang nanti dipimpin oleh Pasangan AKUR (Aa Umbara Sutisna-Hengky Kurniawan) diharapkan bisa mewujudkan keinginan warga Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas, untuk segera merevitalisasi Pasar Cihampelas KBB.

Mereka berharap pembangunan pasar yang sekarang terhenti bisa segera dilanjutkan kembali dan bupati terpilih bisa segera merealisasikan janji politiknya untuk memfasilitasi kios pasar secara Gratis.

Menurut Salah seorang pedagang Sembako di Pasar Desa Mekar Mukti, H. Ridwan, para pedagang mengeluhkan pihak pemerintah desa yang terkesan memaksakan kehendak untuk pembangunan pasar tersebut. Padahal para pedagang sudah menyatakan keberatan dengan harga yang ditawarkan.

“Harga kiosnya Rp.65 juta, dengan pembayaran cicilan pertama sampai ketiga masing-masing harus sepuluh persen. Terus kami harus bayar apa karena bangunannya juga belum ada sampai sekarang,” tuturnya.

Hal senada dikataan Iis (47), salah seorang pedagang pakaian, selama ini para pedagang tak pernah diajak bermusyawarah terkait rencana revitalisasi pasar. Tiba-tiba para pedagang diminta untuk membayar kios atau lapak kaki lima dengan harga yang cukup mahal. Harga cicilan kios yang ditawarkan mahal dan pedagang tidak sanggup untuk membayarnya.

“Pada saat kampanye Aa Umbara  yang berpasangasangan dengan Hengky Kurniawan getol blusukan dengan mendatangi rumah – rumah pedagang pasar Mekarmukti. Aa Umbara berjanji akan menggratiskan kios pasar, dengan catatan harus mendukung dan mencoblos nomor urut. 3” Ungkap Iis yang rumahnya sempat didatangi Aa Umbara di Kp. Nyalindung Desa Singajaya Cihampelas Kabupaten Bandung Barat.

Ketua Badan Permusyawaratan  Desa (BPD) Mekarmukti, Azis mengungkapkan kekesalannya. Pasalnya, ia merasa diintervensi pihak DPRD mengenai revitalisasi Pasar Cihampelas yang hingga saat ini mangkrak dan tidak jelas pembangunannya.

Ia merasa bahwa saat itu Aa Umbara Bupati terpilih masih menjabat sdebagai Ketua DPRD Bandung Barat, mempolitisir pedagang untuk kepentingan kampanyenya guna mendulang suara atas pencalonannya menjadi Bupati Bandung Barat.

Bahkan, menurut Azis, Aa Umbara telah mengiming-imingi pedagang Pasar Cihampelas, bila mana ia terpilih menjadi bupati, kios dan los dipasar itu akan digratiskan. Hal itu sontak menjadi polemik dimana ia beserta pemerintah desa setempat ingin merevitalisasi pasar dengan menggunakan pihak ketiga atau swasta.

“Pasar ini tertunda pembangunannya karena telah digiring keranah politik oleh Umbara!” Kata Azis.

Azis berencana untuk menggali PAD Pasar Cihampelas bukan tanpa tujuan. Ia mengungkapkan kekecewaannya bahwa dari keberadaan pasar itu, warganya hanya bisa menjadi tukang becak, tukang ojeg, dan kuli saja. Karena, sebagian besar kepemilikan kios dipasar itu, bukan sepenuhnya warga asli Cihampelas.

“Masyarakat tidak pernah mendapatkan untung dari keberadaan pasar ini. Seorang ketua dewan bukan mencerdaskan namun malah membuat rakyat bodoh. Janji dia jika menang maka pasar akan digratiskan. Ini tidak mungkin. Yang jelas saya sangat kecewa dengan janji politik Aa Umbara,” tandasnya.

Selain itu Azis menilai, bahwa pengelolaan Pasar Cihampelas tersebut amburadul dan tidak tertata dengan baik. “Jika seperti itu, dari mana kami bisa mendapat manfaat dari keberadaan pasar Cihampelas. Lalu kami harus menggali PAD-nya bagai mana ?. Pemikiran ini harusnya didukung oleh pemerintah. Seharusnya DPRD KBB mengapresiasi hal ini. Tapi kenyataannya malah dihambat. Pembangunan pasar desa bisa dibangun atas izin dari bupati atau walikota. Bupati mendukung namun ketua DPRD menghambat atas dasar yang tidak rasional,” ungkapnya kesal.

Setelah pilkada ini usai  Azis akan meneruskan program revitalisasi tanpa campur tangan DPRD. Dengan diperbaikinya Pasar Cihampelas, warganya bisa menikmati keberadaan pasar tradisional itu dengan harapan bisa bersaing dengan pasar modern. (Lina)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here