Bambang Wuragil Kembali Nahkodai DPD Asdamkindo Jateng Masa Bakti 2019 – 2024

0
27
Bambang Wuragil, kelima dari kiri, saat foto bersama dalam pembukaan Seminar dan Musda II DPD Asdamkindo Provinsi Jawa Tengah di Hotel Santika Premiere Semarang. Foto: M. Taufik

Semarang, SMI.-

DPD Asosiasi Sumber Daya Manusia dan Konstruksi Indonesia (Asdamkindo) Jawa tengah  menggelar seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) II di ruang Borobudur Hotel Santika Premiere Semarang, jalan Pandanaran No 116 – 120 Pekunden  Semarang, Rabu (27/3/2019). Acara yang dihadiri oleh 100 anggota Asdamkindo ini mengusung tema ‘Peningkatan mutu SDM guna strategi Pemenangan Tender’.

Ketua DPD Asdamkindo Jateng, Ir. Bambang Wuragil Untung, M.M., M.Sc mengatakan Asdamkindo memiliki tenaga ahli dan tenaga terampil. Di Jateng Asdamkindo memiliki  tenaga ahli dan tenaga terampil sejumlah 2.000 orang. Karena keterbatasannya tempat, maka untuk acara seminar dan Musda II Asdamkindo Jateng di wakili oleh perwakilan masing – masing daerah yang semuanya 100 peserta.

Ketum DPP Asdamkindo, Ir. Hartony, S.T.,M.M, dalam sambutannya menuturkan, Kegiatan Seminar dan Musda ini merupakan suatu perwujudan nyata dari komitmen dan konsistense serta upaya kerja keras dari pimpinan Asdamkindo pada struktur kepengurusan dalam menyempurnakan legalitas dan legitimasinya sebagaimana tuntutan  AD/ART Asdamkindo dan peraturan perundangan yang berlaku. Pemberlakuan UU No. 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi menjadi satu penantian cukup panjang.

“Berbagai harapan mengemuka sebagai sikap optimisme menyambut UU No. 2 tahun 2017. Berbagai persiapan telah dilakukan termasuk peraturan turunannya sedang uji publik di berbagai wilayah dan melibatkan berbagai stakeholder di Jawa Tengah, tujuannya adalah agar UU No. 2 tahun 2017 dapat diimplementasikan dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang ada termasuk kaitannya dengan  SDM konstruksi.” Ucapnya

Menurut Hartony, berdasarkan data Kementerian PUPR bahwa semua SDM terserap di sektor konstruksi mencapai 8.140.000 jiwa, dari jumlah tersebut 4.000.880 orang adalah SDM Konstruksi yang belum bersertifikat. Sementara SDM konstruksi yang sudah bersertifikat baru 519.000, jadi baru sekitar 10,15 persen , jadi tugas masih panjang.

“Dari jumlah SDM konstruksi yang belum bersertifikat menjadi risau karena dalam UU no 2 tahun 2017 dinyatakan dengan jelas bahwa pembangunan konstruksi wajib dilakukan oleh SDM konstruksi bersertifikat. Oleh karenanya Pemerintah telah mencanangkan peningkatan SDM Konstruksi bersertifikat dalam Deklarasi di Bali 6 juni 2018” pungkasnya.

Sementara itu, Agus Supriyanto yang mewakili Gubernur Jateng menyambut posisif pelaksanaan Musda II ini sebagai sarana komunikasi dan konsolidasi para anggota, dalam upaya peningkatan kinerja organisasi. Oleh Karena itu, dalam kesempatan yang baik ini untuk mendiskusikan dan membahas kebijakan dan rencana rencana organisasi.

Menurutnya, Semua persoalan serap masukan sebanyak banyaknya dan diskusikan untuk mendapatkan solusinya yang terbaik. Persoalan infrastruktur selalu menjadi isu yang seksi ditengah masyarakat ketika pembangunan dilaksanakan oleh Pemprov Jateng.

“Pemprov Jateng membuka akses komunikasi dengan masyarakat, keluhan terbanyak adalah tentang buruknya infrastruktur, terutama Jateng. Sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi dan sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. maka komitmen pemimpin terus kita kuatkan agar pembangunan infrastruktur memiliki keberhasilan pada setiap periode Kepala Daerah yang memimpin Jateng,” pungkasnya.

Ketum DPP Pusat Asdamkindo Ir. Hartony, ST.MM saat melantik serta pengucapan janji Pengurus baru DPD Asdamkindo Jateng masa bakti 2019 – 2024 Foto ; M. Taufik.

Pada sesi terkahir dengan Pelantikan Ketua DPD Asdamkindo, dalam hal ini secara aklamasi bulat menetapkan kembali Ir. Bambang Wuragil, MM. M.Sc sebagai Ketua DPD Asdamkindo Jateng masa bakti 2019 – 2024. dan Ketua Asdamkindo Jateng yang baru dilantik oleh Ketum DPP Pusat Asdamkindo, Ir. Hartony.ST.MM. ** M. Taufik

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here