Asean School Games 2019, Indonesia Targetkan Juara Umum Dengan 38 Medali Emas

0
25
Dari kiri : Plt Kabid Keolahragaan Disporapar Prov Jateng, Kuncoro Dwi Wibowo, Sekum KONI Jateng, Heny Setyowati, Anggota Komisi E DPRD Jateng, M.Zen. Foto: M. Taufik

Semarang,SMI.- Sebanyak 183 Atlet Indonesia siap bertarung dalam Asean School Games (ASG)  XI 2019, yang akan digelar di Semarang Jawa Tengah pada 17  –  24 Juli 2019. Kompetisi bergengsi antar atlet muda dari 10 negara se Asia Tenggara ini, akan diawali dengan pembukaan di Stadium Hall Terang Bangsa School Semarang, dan penutupan akan di gelar di pelataran Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah.

Asean School Games XI 2019 ini akan mempertandingkan 9 cabang olah raga yakni: atletik, renang, tennis, tenis meja, sapak takraw, bulu tangkis, bola volley, bola basket dan pencak silat. Sebagai tuan rumah, Indonesia memasang target sebagai juara umum dengan raihan 36 sampai 38 medali emas. Untuk merealisasikannya para atlet mendapat program fisik, teknik, strategi serta mental selama menjalani pelatnas.

ASG 2019 mengusung tema Unity, Spirit and Respect ini diharapkan mampu menjadi ajang edukasi dalam membangun solidaritas antar Negara, serta mendorong regenerasi atlet muda bertalenta. Disisi lain penyelenggaraan ASG XI 2019 di Semarang ini diharapkan akan lebih mempopulerkan pariwisata Jawa Tengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku industry yang terlibat dalam menyemarakkan ASG 2019 nanti.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, M. Zen Adv mengatakan, “Hasil pantauan komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Jateng, Dispora dengan KONI, kita sudah siap kalau pun ada satu dua venue yang belum sempurna, masih ada waktu harus disiapkan tentunya karena posisi di Jateng terus koordinasi dan bersinergi dengan pemerintah kota semarang.

Menurut M. Zen, dari DPRD Prov Jateng mengapresiasi dan terus memberikan support pada Pemprov Jateng dan Pemerintah Indonesia dalam konteks sebagai penyelenggara Kemenpora agar pelaksanaan Asean School Game ini bisa berjalan dengan baik, lancar tidak ada kendala suatu apapun.

“Sementara ini, Jawa Tengah sedang dilirik untuk event Nasional, bahkan Internasional. Oleh karena itu, kita belajar dari Asian games kemarin yang luar biasa sebagai tuan rumah, yang sukses dalam pelaksanaanya, prestasinya yang dicapai sungguh luar biasa, sehingga mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari beberapa Negara di asia tenggara,” paparnya.

M. Zen menambahkan, untuk moment pelajar se Asia tenggara dengan 10 negara harus bisa membuktikan bahwa Jawa Tengah mampu menjadi tuan rumah yang baik, dan Indonesia bisa menyelenggarakan kegiatan untuk anak – anak sekolah ini, tidak kalah dengan event asian games.

“Untuk venue sudah tersandar, untuk kolam renang juga pernah dijadikan moment nasional maupun internasioal dan juga di UIN bola voley, di Unika juga dan semua sudah memenuhi standar nasional,” pungkasnya saat menjadi narasumber pada acara Dialog bersama Parlemen Jawa tengah dengan tema “Asean School Game Rajut Solidaritas Raih Prestasi” yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Lobby Hotel Gets Jalan MT. Haryono no 312 – 316 Kota Semarang, Rabu, (10/7/2019).

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Jateng ,Heny Setyowati menuturkan, Jawa Tengah menjadi gudang untuk pembinaan prestasi. Di Jawa Tengah ada beberapa program PPLP, ATSOCB itu adalah untuk membina atlet atlet yunior dan ini menjadi satu pondasi bagaimana Jawa Tengah mengembangkan olah raga prestasi.

“Saya lebih memfokuskan dengan keberadaan Asean School Game di Jateng menjadi satu moment yang sangat besar untuk kita, terutama untuk anak anak kita, harus kita eksplore ke luar ini sangat penting sekali. Anak – anak kita yang berlaga nantinya di ASG 2019 akan mengenal Negara, atlet lain, mereka dan pengenalan ini menjadi sangat penting untuk perkembangan mental mereka, selain mental juga sosial budaya bagaimana mereka berinteraksi pada saat pertandingan dan ini belum mereka dapatkan, sehingga merekaa dengan event nanti akan banyak sekali mendapatkan benefit dari berbagai hal termasuk pengembangan mental mereka.” Ucapnya.

Menurut Heny, yang berlaga disini sangat penting, karena masih banyak yang yang manja.  Ini yang perlu dibentuk, bahwa disiplin itu sangat penting.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Keolahragaan Disdiporapar Prov Jateng, Kuncoro Dwi Wibowo, memaparkan bahwa  ASG merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Asociatie Sport Council School dimana asosiasi ini mempunyai legitimasi kewenangan dalam penyelenggaraan Asean School Game, dan sebagai tuan rumah selalu bergantian di 10 negara.

“Ada satu Negara yang tidak masuk yaitu Timor Leste, karena Timor Leste tidak memiliki organisasi olah raga pendidikan, sehingga oleh lembaga ASSC tidak diizinkan untuk bergabung dalam event ASG ini, mempertandingkan 9 cabang olah raga penetapannya dilakukan pada saat rapat meeting CDM pas pelaksanaan ASG di Malaysia 2018” paparnya.

Menurutnya hasil keputusan yang dipertandingkan pada tgl 25 maret 2019 termasuk entry by number ada sekitar 117 nomor yang dipertandingkan untuk Asean School Game dari 9 cabang olah raga, termasuk venue yang dipergunakan harus mendapatkan penetapan dari technical delegate dari 9 cabang olah raga termasuk 10 CDM yang sudah survey.

Pewarta :  M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here