Akibat Serangan Ulat Grayak, Petani di Kab. Garut Gagal Panen

0
18

Garut, SMI.- Petani di Desa Binakarya, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut Jawa Barat mengalami Gagal panen, karena lahan jagung yang mereka tanam diserang hama Ulat Grayak Frugiperda (UGF). Serangan hama ulat di Desa Binakarya, kecamatan Banyuresmi yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah lumbung jagung di Garut, kerusakan sudah mencapai 10 hektare.

Akibat serangan hama ulat tersebut, diperkirakan tiap Kecamatan di Kabupaten Garut mengalami gagal panen. Laporan yang diperoleh petugas penyuluh di lapangan, rata-rata tanaman yang diserang hama ulat Grayak tersebut mulai dari usia 7 Hari Setelah Tanam setelah tumbuh tunas.

“Serangan hama tersebut dilakukan secara masif dan penyebarannya cepat,” ujar UPT Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Endra Haryawan ,Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, Dengan masuk musim hujan memudahkan penyebaran hama ulat Grayak tersebut. Hama tersebut secara membabi buta, mampu merusak dan merontokan batang pohon jagung, hingga sulit berproduksi.Untuk menekan penyebaran hama tersebut, lembaganya telah menerjunkan tim, dengan harapan mampu menekan dampak lebih luas ancaman hama ulat tersebut.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, serangan hama ulat Grayak tersebut tersebar di beberapa kecamatan mulai utara, tengah hingga bagian selatan Kabupaten Garut. diantaranya Kecamatan Banyuresmi, Tarogong Kaler untuk wilayah tengah Garut, dan Kecamatan Pameungpeuk, Pakenjeng di bagian selatan, sementara bagian utara serangan hama ditemukan di Kecamatan Wanaraja, Sucinaraja, Leuwigoong, Limbangan, Selaawi, dan Malangbong.

Pewarta : Ayi Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here