Akibat Kekeringan, Warga Kertajaya Garut Harus Antre Untuk Mendapatkan Air Bersih

0
24

GARUT, SMI.-

Akibat kekeringan, Warga Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, terpaksa antre ber jam – jam, untuk mendapatkan air bersih yang dikirimkan Pemerintah Daerah dan Desa Kertajaya. Warga saling berebut saat melihat mobil  pengangkut air bersih sambil menyodorkan jigen dan ember untuk diisi air.

Maklum saja, warga Desa Kertajaya memang selalu kesulitan air bersih di musim kemarau. Jika mereka berebut air bersih memang hal yang wajar. Setiap musim kemarau, sumber air pasti tidak keluar. Jadi, mereka hanya mengandalkan bantuan pasokan air dari pemerintah atau dari pihak-pihak lain yang peduli.

M. Soleh salah satu warga menjelaskan, ada beberapa pihak yang mengirimkan pasokan air bersih, diantaranya Kepolisian Sektor Garut, pemerintah daerah, dan uluran para pengusaha yang ada di Kabupaten Garut.

Pemerintah maupun dermawan dapat memberikan bantuan air bersih, di bulan September dan Oktober. Ini sangat diperlukan untuk mempertahankan hidup warga. Khususnya di Desa Kertajaya, Cibatu, dan Cibunar yang selalu menunggu Bantuan air bersih.

“Tapi tetap saja, meski sudah dipasok tetap kurang. Air ini kan kebutuhan pokok, semuanya harus ada air, mulai masak, mencuci, mandi, dan sebagainya” katanya. (13/10/2018).

Kepala Desa Kertajaya, Cecep mengatakan bahwa pasokan itu tidak cukup, meski sehari bisa sampai dua atau bahkan sampai empat truk tangki air. Karena permintaan air sangat tinggi.

“Jadi setiap hari harus ada air, Nah kadang tidak ada pasokan air yang datang ke sini. Jadi, kami disini harus menghemat dan mengatur penggunaan air,” terangnya.

Cecep Menambahkan, dalam sehari minimal warga di sini menggunakan 4-6 jerigen. Padahal, setiap kali bantuan datang, warga hanya bisa mendapatkan 3-4 jerigen. Itu tidak bisa lebih, karena dibagi rata, untuk terpenuhi kebutuhan air bersih. **Ayi Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here