AKBP Agung Prabowo : Insan Pers Harus Bisa Membedakan Berita Hoax dan Fakta

0
145
Kiri : Ka Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Agung Prabowo, usai menjelaskan mana berita Hoax , mana yang fakta, di ruang Astoria Hotel Dafam Semarang .Foto :M. Taufik.

Semarang, SMI.

Maraknya Hoax yang menyebar di masyarakat, terutama di media sosial. Apalagi menurut Data Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), pada oktober 2016 mencapai 137,7 juta pengguna internet, atau 50 persen lebih dari penduduk Indonesia yang jumlahnya 256 juta jiwa. Indonesia termasuk negara ranking 4 dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat.

Untuk menangkal Hoax yang terus beredar di masyarakat, Dewan Pers Independen Jawa Tengah mengajak para insan pers untuk ikut berperan melawan dan mencegah Hoax dengan menggelar Forum Grup Diskusi (FGD), di ruang Astoria lt. 2 Hotel Dafam, jalan Imam Bonjol No. 188 Sekayu Semarang, Sabtu (2/2/2019).

Ketua Formatur Dewan Pers Independen Jateng, Suwondo dalam sambutannya, mengatakan “Kami bersama rekan pers yang berada dalam forum ini untuk  menyatukan visi dan misi kita, serta  merapatkan barisan menuju konggres Insan Pers yang akan di selenggarakan pada 6 maret 2019. Hal ini kami sampaikan bahwa kegiatan ini  sebagai tindak lanjut dari Mubes Insan Pers Indonesia di Jakarta, 18 desember 2018”.

Suwondo berharap, rekan – rekan pers untuk menangkal berita hoax yang akhir – akhir ini sangat marak di media sosial. Ini semua demi menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

No 4 dari kiri Ketua PWOI Jawa Tengah, Rahmad Dakwah. Foto : M. Taufik

Sementara itu, Kasubdit 5 Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP. Agung Prabowo, menjelaskan bahwa post truth sebagai kondisi bahwa fakta tidak terlalu berpengaruh dalam membentuk opini publik, di banding emosi dan keyakinan personal. Sesuatu yang bohong dianggap benar, padahal itu tidak benar sama sekali. Mau berita itu benar atau berita itu menyimpang tidak sesuai dengan fakta.

Untuk itu, Agung Prabowo berharap pada insan pers khususnya, dapat membedakan mana berita itu hoax, mana berita itu fakta, untuk itu penting bagi wartawan dalam memahami undang undang pers no 40 tahun 1999, maupun undang undang lainnya seperti undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) agar sejalan dengan hukum, tidak berbenturan dengan hukum dalam menyampaikan berita sesuai dengan fakta yang ada.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Online Independen (PWOI) Jawa Tengah, Rahmad Dakwah mengatakan, para jurnalis yang tergabung dalam PWOI sudah ada di 28 kabupaten/kota dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Tinggal menyelesaikan sisanya supaya di Jawa Tengah Terpenuhi 35 kabupaten/kota, sehingga segala sesuatu kegiatanya bisa bersinergi sampai tingkat PWOI pusat.

Rahmad menambahkan, para jurnalis yang tergabung dalam  PWOI Jawa Tengah nantinya diupayakan kartu pers nya terintegrasi dengan asuransi Allianz serta kartu pers juga teritegrasi dengan kartu BPJS juga sekaligus sebagai kartu E Tol.

Acara FGD tersebut di hadiri 100 jurnalis dari berbagai media cetak maupun media online dari 15 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.  **  M. Taufik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here