400 Peserta Didik SMA Negeri 4 Semarang Lulus 100 Persen

0
129
Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra.Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd saat memimpi rapat pleno kelulusan kelas XII di ruang guru, Senin (13/5 /2019) Foto : M. Taufik

Semarang, SMI.- Dalam dunia pendidikan, kelulusan setelah menempuh ujian pendidikan dalam suatu sekolah merupakan agenda rutin tiap tahunnya, baik di tingkat SD/MI, SMP/M.Ts, SMA/ MA maupun jenjang SMK Sederajat .

Pengumuman kelulusan merupakan moment yang ditunggu – tunggu, baik oleh peserta didik maupun orang tua siswa, karena merupakan moment yang spesial setelah selesai menempuh ujian nasional khususnya SMA, MA maupun SMK sederajat.

Hari senin 13 Mei 2019 secara nasional diumumkan kelulusan di masing masing sekolah bagi peserta didik kelas XII. Sebelum pengumuman kelulusan di SMA Negeri 4 Semarang, dilaksanakan rapat pleno yang dihadiri seluruh dewan guru yang dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 4 Semarang,  Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd.

Dalam keterangannya saat memimpin rapat pleno, Eny mengatakan bahwa 400 peserta didik SMA Negeri 4 Semarang telah mengikuti tahapan tahapan proses dan berjalan dengan lancar, dari KBM, ujian praktik, USBN, UNBK semua sudah dilaksanakan, dilalui tahapan – tahapan itu oleh anak didik dan semuanya mengikuti semua tahapan tersebut, mulai darikelas X, kelas XI dan XII dan ini menjadi persyaratan kelulusan untuk nantinya menjadi anak – anak yang cerdas dan  menjadi anak – anak yang hebat.

Dewan guru sedang rapat pleno untuk menentukan kriteria kelulusan. Foto : M. Taufik

“Saya memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada bapak ibu guru yang telah mendidik anak anak kita menjadi anak yang cerdas dan hebat,” ucapnya.

Menurut Eny, kriteria kelulusan tahun pelajaran 2018/2019 ini harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran dari smester I sampai dengan semester VI atau kelas X sampai kelas XII, lalu memperoleh nilai sikap /perilaku minimal baik (B) berdasarkan deskripsi sikap spiritual dan sikap sosial di semester I sampai nsemester VI, kemudian siswa wajib mengikuti ujian nasional dan harus lulus Ujian Sekolah dan USBN (setiap mata pelajaran lebih dari atau sama dengan 73).

SMA Negeri 4 Semarang untuk kelas XII memiliki 11 rombongan belajar, 9 rombongan belajar Jurusan IPA jumlah peserta didik 327 dan 2 rombongan belajar jurusan IPS dengan jumlah peserta didik 73.

“Semua peserta didik tersebut telah mengikuti tahapan yang dicantumkan dalam kriteria kelulusan dan berdasarkan rapat pleno dewan guru seluruhnya maka Saya memutuskan 400 siswa kelas XII SMA Negeri 4 Semarang dinyatakan lulus semua, alias lulus 100 persen,” tutur Wiji  Eny.

Eny tidak menyangka sebelumnya, dari hasil tahapan dan hasil ujian nasional ternyata SMA Negeri 4 Semarang meraih prestasi akademik yang sangat membanggakan bagi keluarga besar SMA Negeri 4. Untuk nilai IPA dijajaran sekolah negeri se kota Semarang, SMAN 4 peringkat ke 3. peringkat I : SMA N 3, peringkat 2 : SMA N 1, peringkat 3: SMAN 4 Semaramg.

Untuk nilai IPA di jajaran SMA Negeri Swasta sekota Semarang yang terdiri atas 98 sekolah SMA/MA, SMA Negeri 4 peringkat 6. Urutan peringkatnya, peringkat 1: SMA N 3 peringkat 2: SMA Loyola, peringkat 3 : SMA Karangturi, peringkat 4: SMA Tri Tunggal, peringkat lima SMAN 1 ,peringkat  6  : SMA Negeri 4 Semarang.

Eny menambahkan, untuk peringkat nilai IPS, di jajaran SMA Negeri se kota semarang, SMA Negeri 4 meraih peringkat 2. Peringkat 1 : SMAN 3 peringkat 2 : SMAN 4, peringkat 3 : SMA Loyola Semarang, Untuk nilai IPS di jajaran sekolah SMA/MA negeri swasta sekota Semarang yang berjumlah 98 sekolah, SMA Negeri 4 meraih peringkat 2. Urutan peringkat jajaran sekolah se kota semarang untuk nilai IPS, peringkat 1 : SMAN 3, peringkat 2 : SMA Negeri 4, peringkat 3 : SMA Loyola Semarang,” tuturnya.

Wiji Eny juga menjelaskan bahwa pengumuman kelulusan kelas XII yang di umumkan secara serentak, nantinya melalui website SMA Negeri 4 Semarang yang dikirimkan ke orang tua siswa masing – masing. Hal ini untuk menghindari dan meminimalisir siswa melakukan corat coret baju dan konvoi sepeda motor.

“Lebih baik baju yang sudah tidak dipakai siswa dari pada di corat coret, bisa disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here