348 Peserta Didik SMA Negeri 4 Semarang Ikuti Manasik Haji dan Umroh

0
12
Dari kiri duduk : Ainur Rofiq,S.Ag Guru PAI, Ka Sie Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kota Semarang, Drs.H. Abdul Ghofur.M.Si, A. Musyafak M.PdI pembimbing praktik Manasik Haji dan Umroh dan Waka Kesiswaan SMA Neberi 4 Semarang , Dra. Ambartatik. Foto : M. Taufik. Sapta.

Semarang,SMI.-

Indonesia merupakan salah satu Negara terbesar didunia yang memiliki keanekaragaman budaya, agama, ras, suku dan bahasa. Tapi berbicara soal kepercayaan, Indonesia masih didominasi oleh masyarakat yang beragama Islam, tentunya ketika masyarakat Indonesia mendengar sebutan Haji dan Umroh sudah tidak asing lagi.

Sebanyak 348 peserta didik SMA Negeri 4 Semarang yang beragama Islam mengadakan manasik Haji dan Umroh di lapangan sepak bola yang sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang sudah disiapkan oleh panitia Rohis OSIS Smapa, lengkap beserta miniatur Kabah  ditengah tengah lapangan. Sebelum manasik haji dan umroh, 348 peserta didik diberi arahan di Aula SMA Negeri 4 Semarang Jalan karangrejo raya no 12 A Banyumanik Semarang, Kamis (25/4/2019).

Wakahumas Smapa, Dra. Ambartatik dalam sambutannya mengatakan, kegiatan manasik Haji dan Umroh masuk dalam kurikulum pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk kelas X SMA yang akan dikemas dalam bentuk praktik. Mempraktikkan bagaimana tata cara ibadah Haji dan Umroh. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan cita – cita siswa untuk melaksanakan Haji dan Umroh.

Menurut Ambartatik, Haji dan Umroh adalah suatu karunia  dari Allah SWT yang dilimpahkan kepada manusia, dan sangat didambakan setiap muslim, dimana kegiatan ini ternyata membutuhkan  kempuan fisik dan juga materi.

“Karena siswa akan mempelajari bagaimana tata cara dalam melaksanakan praktik manasik Haji dan Umroh  khususnya buat siswa membutuhkan kekuatan fisik, kesehatan yang prima, karena dalam pekaksanaannya tahap demi tahap. Oleh karena itu persiapan fisik tentu saja dalam hal ini harus dipersiapkan dengan baik” Paparnya.

Ambartatik menambahkan, untuk kemampuan materi dalam berhaji dan umroh dibutuhkan biaya yang cukup besar, “Saya berharap setelah kegiatan ini semoga siswa dapat mengikuti dengan baik dan dapat menumbuhkan keinginan serta motivasi semua siswa kelak di waktu yang akan datang” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kota Semarang, Drs. Abdul Ghofur, M.Si mengatakan, melaksanakan salah satu rangkaian kegiatan yang merupakan salah satu rukun islam, karena para siswa beragama islam, salah satu rukun islam ini menjalankan ibadah Haji tentu saja bagi yang mampu.

“Terkait dengan kegiatan ini perlu saya sampaikan kepada seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 semarang, bahwa ibadah haji adalah ibadah yang hanya diwajibkan oleh Allah Sekali seumur hidup, bahkan Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah Haji hanya sekali, oleh sebab itu nanti pada saatnya siswa sudah mampu untuk bisa mencari rejeki sendiri, sudah punya biaya Haji , tentu akan mendapatkan kewajiban  untuk menjalankan ibadah Haji” Ungkapnya.

Siswa – siswi SMA Negeri 4 sedang mempraktikkan salah satu tahapan syarat Haji dengan dibimbing oleh H. Ahmad Musyafak,M.PdI di lapangan bola sekolah, Foto : M. taufik Sapta

Abdul Ghofur menjelaskan, ketika para siswa Miqot makhani (batas tempat untuk melaksanakan ibadah Haji atau Umroh) maka para siswa sudah memakai pakaian semua serba putih. Wanita yang boleh Nampak hanya wajah  dan telapak tangan kemudian untuk laki laki hanya memakai kain 2 helai tanpa jahitan dan tidak boleh memakai celana dalam. Ketika sampai di miqot akan melaksanakan niat Labaik Allahumma Umrothan (kalau umroh), Labaik Allahumma Hajjan kalau niat haji, semua sudah pakai pakaian serba putih ( haji).

“Islam menganjurkan di sunnahkan memakai pakaian putih semua biar tidak ada perbedaan antara umat islam yang satu dengan umat islam umat lainnya semuanya serba putih. Yang paling tinggi derajatnya  dihadapan Allah  adalah orang yang paling tinggi taqwanya, itu saja yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain. Saya yakin kepada Allah SWT bahwa siswa SMA Negeri 4 Semarang semuanya akan mampu melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Oleh sebab itu kegiatan yang sangat penting ini tolong untuk diikuti dengan sebaik baiknya,”pungkasnya.

Usai pelaksanaan manasik Haji Umroh,  Maritza Lasya Darmawan siswa kelas X IPS 1 memiliki kesan bahwa pelaksanaannya tertib dan tidak membosankan. Selain ilmu yang bermanfaat manasik haji sangat menyenangkan, lain lagi dengan Johara Kalila siswi kelas X IPS 1 mempunyai kesan, capek, panas, tapi dapat manfaat bisa nambah pengetahuan dan nambah pengalaman serta enak karena dapat konsumsi.  **  M. Taufik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here