Mukercab DPC Organda Sumedang, Maksimalkan Sosialisasi Digicash

0
31

Pangandaran, SMInews.com DPC Organda Kab. Sumedang melaksanakan Musyawarah Kerja Cabang  (Mukercab) selama dua hari 5 – 6 September 2020 di Uni Beach Hotel Pangandaran. Mukercab ini dihadri langsung Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Kabid Angkutan Dishub Sumedang Risyana, ketua DPD Organda Jabar Drs. Dida Suprinda, Ketua DPC Organda Sumedang Dicky Suharto dan seluruh pengurus KKU se Kab. Sumedang.

Kagiatan ini mendapat apresiasi dari ketua DPD Organda Jabar Dida Suprinda. Menurutnya DPC Organda Sumedang, sekarang banyak kemajuan yang sangat berarti, baik  dalam hal peng adminitrasian serta membuat program dengan pelaksanaanya. Dan bersirnergi dengan instansi lain untuk kemajuan  dunia angkutan.

“Semoga terobosan – ini bisa jadi contoh, khususya DPC Organda yang ada di Jawa Barat, umumnya seluruh Indonesia” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPC Organda Dicky Suharto didampingi Sekretaris Organda Yudi Gumelar mengatakan bahwa kegitan ini merupakan salah satu amanat dari anggaran dasar dan rumah tangga (ADART) dari organda. Dimana minimal dalam satu tahun, harus melaksanakan Mukercab.

Mukercab ini dilaksanakan sebagai evaluasi kinerja dan merupakan perencanaan yang matang untuk program kerja di tahun selanjutnya.

Dia juga menyebutkan, selain amanat ADART ini merupakan suatu kebiasaan yang sudah terlaksana setiap tahun, dimana salah satu keluaran atau hasil dari sini, adalah mempererat tali silaturahmi antara DPC Organda dengan pengurus KKU, terutama dengan pemerintah Kabupaten Sumedang dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang.

“Dalam melaksanakan setiap program kerja, DPC organda ini selalu ingin berkesinambungan dengan visi dari bupati, yaitu  sumedang simpati salah satunya memberikan layanan cepat kepada masyarakat Sumedang terutama dalam bidang angkutan” tambahnya.

Dicky Suharto juga memaparkan bahwa kegitan ini di Support Bank BJB, tentang program dompet digital atau digicash, yaitu tentang pembayaran non tunai para penumpang angkutan umum. Dalam rangka menghindari covid-19 dan mengikuti perkembangan zaman.

“Ini merupakan salah satu adaptasi kebisaan baru yang sedang didengungkan Pemda Sumedang, makanya pak Bupati hadir mendorong program ini agar ada kontinuitas kedepan, karena ini merupakan salah satu bagian dari visi dari Pak Bupati itu sendiri. Makanya beliau sempat hadir kesini, dan kami mengucapkan terima kasih banyak. antuasias dari KKU juga sangat tinggi dari sekitar 30 jalur itu 99% hadir di semua pangandaran” jelasnya.

Soft launching untuk digicash ini sudah dilakukan di gedung negara, Kamis (03/09/2020), karena memang yang hadir itu hanya sekitar 10% dari jalur. Jadi untuk memaksimalkan sosialisasi ini dalam acara mukercab, sehingga bupati pun hadir, karena dia ingin program ini terimplementasi menyeluruh tidak hanya di beberapa jalur saja.

“Sebenarnya perhari kemarin setelah soft launching sudah berjalan, hanya karena baru beberapa angkutan umum saja yang baru melaksanakan program regristrasi, jadi Pak Bupati ingin semua angkutan umum yang terutama fasilitas smartphone sudah miliki. Bupati memohon agar program ini diserap seluruh angkutan umum, bupati pun menganjurkan kepada ASN dan masyarakat untuk menggunakan angkutan umum” katanya.

Dengan adanya program Digicash ini, Dicky berharap ada sosialisasi dan promosi dari pemda atau bahkan dari leader BJB itu sendiri harus gencar, dari organda akan mensupport kepada pihak pemda BJB dinas perhubungan agar melakukan sosialisasi yang cukup gencar, roadshow ke tiap jalur.

“Karena tidak mungkin kalau kita hanya mensosialisasikan kepada pengurus atau anggota KKU nya saja. Intinya tidak boleh parsial, harus secara menyeluruh semua jalur harus menerima sosialisasi ini. Kalau untuk teknis sebetulnya dari organda kita ready ya , kita kapanpun kita siap dalam artian ketika pemda dan BJB meminta waktu kepada organda untuk melakukan roadshow sosiasisasi digicash ketiap jalur intinya kita siap” ujarnya.

Karena pemilik aplikasi ini Bank BJB, jadi teknisnya supir dianjurkan untuk membuka rekening hanya dengan 20 ribu rupiah saja. Selain nanti jadi rajin menabung, teknis dalam penarikan ongkos dari penumpang itu non tunai. Jadi ini dalam rangka pencegahan covid-19 juga percepatan melek teknologi karena sudah zaman digitalisasi.

“Di organda didorong minimal untuk setiap ketua KKU nya dulu, tapi kalau pak bupati ingin ini secara menyeluruh tidak secara parsial harus diserap seluruh jalur. Kita memohon kepada pihak pemda untuk gencar melakukan sosialisasi program yang sangat baik ini” Pungkasnya.

Pewarta : Y Rusmana

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here