PDAM Tirtawening Kota Bandung Alami Penurunan Income

0
4

BANDUNG, SMInews.com PDAM Tirtawening Kota Bandung belum bisa memberikan keringanan pembayaran kepada pelanggan.

Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi mengungkapkan, kondisi perusahaan saat ini masih belum stabil, pihaknya baru saja mengalami penurunan income.” Katanya.

Sonny menyatakan, 2019 laku PDAM menurun sekitar Rp15 miliar dalam setahun karena panjangnya musim kemarau.

Padahal, banyak sekali pengeluaran yang tidak bisa dipangkas. Seperti gaji pegawai dan biaya operasional.

Meskipun pendapatan turun, kita kan tidak mungkin mengurangi kualitas air ke pelanggan,” ucap Sonny. Kamis (16/4/2020).

Sonny menyampaikan, dalam kondisi normal, pihaknya bisa memperoleh penerimaan lebih dari Rp200 miliar pertahun. “Tapi tahun lalu penerimaan kita tidak sampai Rp200 miliar,” katanya.

Sekarang, di tengah pandemi Covid-19, Sonny memprediksi penerimaan akan kembali turun. Mengingat ekonomi masyarakat yang juga pasti mengalami penurunan.

Masyarakat mungkin saja tidak membayar penuh atau bahkan menunda pembayaran tagihan,” imbuhnya.

Sonny juga mengaku banyak menerima pengajuan penangguhan pembayaran tagihan dari pengusaha.

Para pengusaha hotel, restoran dan tempat hiburan banyak yang meminta penangguhan pembayaran. Tapi untuk sekarang belum bisa kami berikan,” urainya.

Kompensasi kepada masyarakat yang bisa diberikan oleh PDAM, sejauh ini hanya penghapusan denda dan pemberian pelayanan maksimal.

Kami berusaha tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Misalnya dengan tetap ada perbaikan jika ada kerusakan, karena perbaikan pipa PDAM kan tidak bisa diperbaiki secara online,” kata Sonny.

Untuk itu, Sonny berharap masyarakat bisa mengerti kondisi PDAM sekarang. Namun, PDAM apapun kondisinya, dikatakannya, tetap akan mengupayakan pelayanan agar tidak terganggu.

Pewarta : Panuju B

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here