1.556 Sopir Angkutan umum di Sumedang Terima Bantuan dari Polri

0
45

Sumedang, SMInews.com Awak angkutan umum Angkot/Angdes Kabupaten Sumedang menerima bantuan dari Program Korlantas Mabes Polri melalui Polres Sumedang. Batuan ini diberikan Polri sebagai bentuk kepedulian kepada para awak angkutan yang terdampak covid-19.

Pemberian bantuan dilaksanakan di depan kantor DPC Organda Sumedang Jalan Terusan Sebelas April km 0,5 ds Ranca mulya Kec. Sumedang utara kab. Sumedang, selama 5 hari penuh dari tanggal 1 sampai dengan 5 juni 2020, dan disaksikan langsung Ketua DPC Organda Kabupaten Sumedang Dicky Suharto dan jajarannya, serta seluruh ketua kelompok kerja unit (KKU).

Menurut keterangan Sekretaris DPC Organda Kabupaten Sumedang, Yudi Gumelar pencairan bantuan yang dilakukan adalah pencairan bantuan tahap pertama “Pencairan yang sekarang dilaksanakan ini adalah pencairan tahap yang  pertama jadi ada tahap kedua dan ketiga”.

Yudi Gumelar mengucapkan terimakaish yang sebesar – besarnya kepada pihak Polri melalui Korlantas, Polda Jabar, Polres Sumedang yang sangat peduli kepada para awak angkutan di Kabupaten Sumedang khususnya. Program ini sebagai rasa peduli dari kepolisian akibat adanya dampak covid-19.

“Kami tidak bisa berkata apa- apa sebetulnya, hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Polres sumedang yang telah mengakomodir kurang lebih 26 jalur angkot/ angdes yang ada di Kabupaten Sumedang, dan apabila dirincikan jumlah pengemudinya kurang lebih ada di angka 1.556 awak angkutan umum” jelasnya

Yudi juga mengatakan, para pengemudi sangat bahagia  dengan adanya bantuan dari Polri ini. Batuan ini  sangat bermanfaat, karena selain mendapatkan bantuan secara nominal uang, mereka juga mendapatkan pelatihan.

“Jadi teknisnya Polri sangat baik, mereka tidak cuma – cuma memberikan bantuan secara nominal, tapi juga memberikan pengetahuan terutama untuk awak angkutan umum yang diberi judul program keselamatan 2020” tambahnya.

Untuk pencairan tahap ke dua dan ketiga secara, Yudi mengatakan bahwa akan secara otomatis dilaksanakan. Pihaknya hanya tinggal menunggu jadwal pelatihan dari Polres, jadi setiap pengemudi yang memang mengikuti pelatihan secara otomatis akan mendapatkan bantuan.

“Jadi yang menjadi acuan mendapatkan bantuan ini adalah para pengemudi angkutan yang mengikuti pelatihan program keselamatan 2020 di Polres Sumedang” ucapnya.

Yudi Juga menjelaskan bahwa proses pencairan bantuan ini tidak ada masalah, karena proses pemberian bantuan ini melalui rekening bank BRI yang langsung ditujukan kepda pengemudi masing – masing.

“Jadi ini betul – betul sangat clear, tidak ada manipulasi ataupun permainan data karena uang langsung ditujukan ke awak angkutan bersangkutan yang mengikuti pelatihan” ujarnya.

Selain bantuan untuk para awak angkutan, Pihak organda sudah mengajukan program bantuan untuk  pengusaha angkutan kepada Gubernur Jawa Barat. Karena mereka juga terkena dampak secara langsung. Namun bentuk pemberian bantuannya itu berbeda dengan bentuk bantuan yang dicanangkan Polri kepada awak angkutan umum.

“Untuk pengusaha angkutan umum, dari DPD Organda sudah mengusulkan, Jadi bentuk bantuan yang diberikan dalam bentuk relaksasi, seperti relaksasi  untuk SK izin trayek, uji layak kendaraan, ataupun pembayaran pajak kendaraan” jelasnya.

Akan tetapi sampai saat ini secara kebetulan belum terealisasi, tapi secara ajuan dari pihak Organda sudah mengajukan ke Gubernur Jawa Barat melalui DPD Organda Jawa Barat.

“Harapan kami sangat simple, jadi kami ingin tetap bersinergi baik dengan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Sumedang dalam hal ini pihak kepolisian, dinas perhubungan. Karena yang namanya angkutan umum ini selalu identik dengan dinas perhubungan dan kepolisian. Alhamdulillah selama ini hubungan kami baik – baik saja, dan ini sebagai bukti bahawa adanya sinerginas antara Polri, Pemda Sumedang, Dishub, dan DPC Organda Kabupaten Sumedang” Pungkasnya.

Pewarta : Y. Rusmana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here